Pemkab Agam Luncurkan Gerakan Nagari Creative Hub Berbasis Masjid

Agam, Mediapembangunan.com – Nagari Creative Hub Berbasis Masjid merupakan sebuah konsep pengembangan ruang kolaboratif di tingkat nagari yang berfungsi sebagai pusat kreativitas, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan, diharapkan nilai-nilai keagamaan (spiritual), sosial, dan ekonomi dapat menyatu dalam satu gerakan yang terintegrasi menuju nagari madani yaitu masyarakat yang beriman, mandiri, sejahtera, dan berbudaya

Masjid selama ini kita pahami sebagai pusat ibadah, tempat kita bersujud dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, dalam sejarah peradaban Islam, masjid jauh lebih dari itu. Masjid adalah pusat peradaban, pusat pendidikan, pusat musyawarah, dan pusat pemberdayaan umat.

Hari ini, di Nagari Biaro Gadang Kecamatan Ampek Angkek ini, kita kembali menguatkan peran historis masjid melalui Launching Program “Nagari Creative Hub Berbasis Masjid dan Sholat Champion”. Program ini adalah perwujudan nyata dari visi Pemerintah Kabupaten Agam untuk membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berdaya saing.

Nagari Creative Hub Berbasis Masjid ini berangkat dari semangat filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Minangkabau. Melalui pendekatan tersebut, Nagari Creative Hub Berbasis Masjid tidak hanya menumbuhkan kreativitas dan produktivitas masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai moral, gotong royong, dan kemandirian dalam pembangunan nagari.

Apa makna Creative Hub Berbasis Masjid ?

1. Pusat Kreativitas dan Inovasi

Masjid akan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, keterampilan digital, kewirausahaan, dan ide-ide kreatif, yang semuanya dibingkai dalam nilai-nilai Islami.

2. Pusat Kolaborasi

Ini adalah tempat bertemunya ulama, tokoh adat, pemerintah nagari, akademisi, dan pelaku usaha, untuk merumuskan solusi dan program pembangunan nagari yang holistik.

3. Benteng Moral

Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan, kita memastikan bahwa setiap inovasi dan kreativitas yang lahir, senantiasa berlandaskan etika, moralitas, dan akidah yang kuat, menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif.


Perubahan sosial, perkembangan teknologi digital, dan dinamika ekonomi global menuntut masyarakat nagari untuk lebih adaptif dan inovatif. Oleh karena itu, diperlukan wadah yang mampu menampung potensi generasi muda, pelaku usaha mikro, kelompok perempuan, serta komunitas sosial untuk berkolaborasi dan berinovasi dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Kita ingin agar anak-anak muda kita, setelah selesai menunaikan Shalat, tidak langsung pulang. Tapi, mereka bisa melanjutkan dengan belajar coding, merancang produk UMKM, berdiskusi tentang pengembangan potensi wisata nagari, atau bahkan belajar content creation yang positif

Kita ingin masjid bukan hanya ramai saat shalat, tetapi juga ramai oleh aktivitas produktif yang mendorong kemandirian ekonomi umat. Kepada segenap komponen masyarakat, terutama Wali Nagari, Bamus, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, dan Pengurus Masjid, saya berpesan:

1. Pelihara dan maksimalkan program ini. Dukung inisiatif generasi muda. Berikan ruang, bimbingan, dan fasilitas yang mereka butuhkan.

ini dengan program-program 2. Sinergikan program pemerintah daerah lainnya, terutama dalam sektor pariwisata, UMKM, dan pendidikan karakter.

Semoga Allah Subhanahu Wataala senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini demi kemajuan Kabupaten Agam yang kita cintai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *